Cara Memilih Hewan Kurban

Share:
Tahun ini sepertinya hari raya Idul Adha akan kompak dilakukan oleh segenap umat muslim diseluruh nusantara yaitu pada hari minggu 6 Nopember 2011. Dipinggir-pinggir jalan nampak para penjual hewan kurban mengikat hewan-hewan kurban jualannya. Harga hewan-hewan yang memenuhi syarat untuk kurban biasanya akan melambung tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Dalam membeli hewan kurban pastikan bahwa hewan yang akan kita beli dalam kondisi sehat. Ciri-ciri Hewan kurban yang sehat dilihat secara fisik (ala awam):


  • Memiliki postur tubuh yang tegap dan kokoh tidak nampak lemas, lunglai dan tidak bertenaga.
  • Memiliki bulu bersih dan mengkilat dan tidak mudah rontok.
  • Tidak ada koreng maupun keropeng pada kulitnya.
  • Hewan jika berjalan tidak pincang. Kasus pincang biasanya disebabkan adanya luka kaki (menginjak benda tajam seperti paku, kayu lancip, atau menginjak bara api), paska trauma (terjatuh) sehingga menyebabkan memar atau bahkan keretakan pada tulang alat gerak, defisiensi vitamin tertentu yang berkaitan dengan sistem syaraf dan otot.
  • matanya terlihat jernih, terang dan tidak keruh.
  • moncong hewan dalam kondisi sehat,  akan selalu dalam keadaan basah dan dingin. Apabila teraba panas, menandakan hewan sedang demam, dan jika sedang menderita gangguan atau infeksi saluran nafas akan mengeluarkan lendir atau ingus bening, kental, nanah atau bahkan darah.
  • Hewan ternak yang sehat mempunyai bentuk feses (kotoran) tertentu. Kotoran sapi bentuknya menyerupai adonan kue yang agak kesat (kalis), apabila sapi sedang defekasi, maka kotoran akan jatuh dan membentuk suatu bentukan menyerupai "kue tart".
  • Kotoran hewan yang sehat langsung jatuh ke tanah pada saat hewan defekasi. Daerah pantat yang kotor dan berbau feses menandakan hewan dalam keadaan diare, sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke tanah, namun sebagian akan mengotori daerah  pangkal ekor dan pantat.
  • Kotoran (feses) yang lembek - encer, ditemukanya lendir, darah atau bahkan cacing menandakan hewan sedang mengalami gangguan (sakit) pada sistem pencernaannya.
Selain sehat dan tidak cacat, khusus untuk hewan kurban harus berjenis kelamin jantan, testis (buah zakarnya) lengkap dan sempurna, berumur dewasa. Perlu diketahui ternak betina yang masih produktif (masih bisa hamil dan beranak) oleh undang undang (UU No.18 tahun 2009) dilarang disembelih kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya terjatuh, patah kaki dan atau keadaan yang memungkinkan dilakukan penyembelihan darurat (potong paksa).


Trik mengetahui usia hewan kurban

- Melihat lingkaran tanduk
Lingkaran tanduk adalah tanda melingkar (seperti ruas batang bambu) yang ada pada tanduk hewan bertanduk (misalnya kambing, sapi, kerbau). Melihat tanda lingkaran tahun pada tanduk (umumnya pada hewan sapi betina) hanya dapat dilakukan pada hewan yang memiliki tanduk. Satu (1) buah tanda lingkaran pada tanduk menandakan kelipatan umur bertambah 1 (satu) tahun  atau hewan tersebut telah beranak satu kali. Sebagai contoh, apabila seekor sapi mempunyai 4 (empat) buah lingkaran tanduk, maka sapi tersebut telah beranak 4 (empat) kali, atau berumur sekitar 5-6 tahun.

- Melihat gigi hewan
Cara ini adalah cara yang akurat
1. Gigi seri masih berupa gigi susu: menandakan hewan masih muda. Pada sapi yang masih memiliki gigi seri susu menandakan berumur kurang dari 2 (dua) tahun. Kambing yang gigi serinya masih berupa gigi susu menandakan kambing berumur kurang dari 1 (satu) tahun.

2. Gigi seri susu telah berganti sepasang gigi permanen (poel):  menandakan hewan telah dewasa fisik dan kelamin. Pada sapi yang sudah berganti sepasang gigi seri menandakan telah berumur lebih dari 2 (dua) tahun, sedangkan pada kambing menandakan kambing telah berumur lebih dari 1 (satu) tahun.

3. Gigi terasah (aus): menandakan hewan telah berumur tua. Apabila gigi seri hewan ternak sapi telah terasah, menunjukkan sapi tersebut telah berumur lebih  4 (empat) tahun. Kambing yang gigi serinya telah terasah menandakan jika kambing tersebut telah berumur lebih 3 (tiga) tahun.


Selamat berkurban....

Source : lampung.tribunnews.com

No comments:

Post a Comment

Page Rank Check