-->

Barcode & QR Code

Pernah menjumpai gambar-gambar berikut ini :

contoh barcode
A

Gambar A adalah gambar sebuah barcode atau kode batang. Gambar barcode ini bisa dibaca oleh alat khusus (scaner) atau smartphone yang sudah terinstal software untuk membaca barcode. Kalau kita lihat dengan indra penglihatan kode atau gambar ini tidak menjelaskan informasi apa pun. Lain hal jika dibaca dengan alat-alat tadi. Gambar yang berupa garis atau batang-batang ini berisi data informasi. Kode batang terdiri dari garis hitam dan putih. Ruang putih di antara garis-garis hitam adalah bagian dari kode. Ketebalan dan ketipisan garis melambangkan kode-kode tertentu. Garis paling tipis “1”, yang sedang “2”, yang lebih tebal “3”, dan yang paling tebal “4”.

B
Gambar B adalah gambar dari sebuah QRcode (Quick Respon code), merupakan pengembangan dari barcode. Kelebihan QRcode dibanding dengan barcode adalah dari kapasitas data yang bisa ditampilkan. QRcode dapat menginformasikan data lebih banyak dibandingkan barcode karena pengkodeannya bisa secara vertikal dan horisontal. QRcode bisa menampung data numerik sampai dengan 7.089 karakter, data alphanumerik sampai dengan 4.296 karakter, kode binari sampai dengan 2.844 byte, dan bisa untuk huruf kanji sampai dengan 1.817 karakter. Melalui QRcode kita bisa mengisi informasi misal nomor handphone, alamat website, harga dan lain-lain.

Dengan sistem pengkodean-pengkodean melalui gambar tadi data informasi yang akan disampaikan menjadi lebih cepat dan akurat.

 







LihatTutupKomentar