-->

Allah, Liberty, dan Love

irshad manji
Siapakah Irshad Manji..? Irshad Manji seorang wanita kelahiran Uganda, berkewarganegaraan Kanada adalah seorang penulis, wartawan dan Advokat juga direktur Proyek Keberanian Moral di Sekolah Robert F. Wagner Pascasarjana Pelayanan Publik di Universitas New York. Sebagai penulis karya Irshad Manji cukup kontroversial dan menarik perhatian publik islam. Pemikiran-pemikiran seorang Irshad Manji menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat islam.

Buku baru Irshad Manji yang berjudul "Allah, Liberty, dan Love" juga menuai kontroversi. Beberapa kalangan ditanah air bahkan menolak kedatangan Irshad Manji untuk promo dan diskusi buku barunya. Tanggapan Irshad Manji untuk mereka yang menolak acara diskusi bedah buku terbarunya ini diungkapkan ketika wawancara dengan Kompas.

Banyak yang menuduh bahwa buku Anda bercerita tentang kaum gay dan lesbian. Apakah tuduhan ini benar? Sebetulnya apa isi di dalam buku Allah, Liberty, dan Love?
Saya sama sekali tidak bercerita tentang gay dan lesbian di dalam buku ini karena tidak relevan dengan pesan yang ingin saya angkat. Buku Allah, Liberty, and Love sebetulnya mengajarkan tentang bagaimana umat Muslim bisa mempraktikkan kebebasan dalam kehidupannya. Dalam arti bebas untuk bertanya, bebas untuk mempelajari makna yang tertulis dalam Al Quran.
Apa pesan yang ingin Anda sampaikan dalam buku Allah, Liberty, dan Love?
Pesan terbesar saya adalah kita tak perlu memiliki ketakutan akan Tuhan karena Tuhan adalah cinta. Kita perlu berjuang di dalam hidup kita tanpa ketakutan. Kita harus punya kekuatan untuk berbicara ketika semua orang menyuruh kita diam. Karena ada banyak hal yang lebih penting yang bisa kita lakukan selain hanya merasa takut.
Pesan kedua saya dalam buku ini adalah bahwa budaya bukanlah sesuatu yang sakral. Fenomena yang saya tangkap dalam kehidupan umat Muslim saat ini adalah bahwa umat Muslim hidup dalam tradisi dan budaya, yang dibentuk oleh manusia, bukan oleh Tuhan.
Sebelum mengakhiri wawancara, saya ingin bertanya kepada Anda tentang dua hal: Islam dan ijtihad, Apa pendapat Anda tentang dua hal ini?
Saya adalah seorang Muslim. Saya mencintai Allah, sangat dalam. Saya percaya segala sesuatu diciptakan Allah dengan alasan. Dan, bagi saya, hidup adalah sebuah pemberian. Islam adalah agama yang menuntun kepada kehidupan menjadi lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. Kita beragama, sebagai sarana untuk mengucapkan syukur kepada Allah atas pemberian (kehidupan) yang telah diberikan kepada kita.
Adapun ijtihad adalah praktik berpikir yang independen, yang tidak terpengaruh oleh apa pun. Ijtihad tidak membungkam manusia untuk menanyakan sesuatu. Ijtihad membuka jalan bagi manusia untuk mengembangkan banyak hal. Dari sumber yang saya baca, ratusan tahun lalu, manusia bisa mengembangkan filosofi, sains, dan seni berkat ijtihad. Dan, sekali lagi, buku saya juga menjelaskan tentang hal ini. Mari kita jadikan Islam menjadi lebih baik dengan ijtihad.

Kompas 


LihatTutupKomentar